Pencairan Anggaran Proyek Tak Diketahui Sekretaris – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Pencairan Anggaran Proyek Tak Diketahui Sekretaris

TIM penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku melakukan pemeriksaan terhadap tiga pejabat Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Maluku, sebagai saksi atas  kasus korupsi proyek penguatan jaringan Wi Fi  di Kantor Gubernur  Maluku, dan proyek pembuatan Master Plan di Dinas Kominfo Maluku, Senin, 21 November 2016.

Tiga pejabat itu, Sekertaris Dinas Kominfo Provinsi Maluku, S.M.H, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Dinas Kominfo Maluku, H.S, dan Pejabat Pe­lak­sana Teknis Kegiatan, L.S.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulete, pemeriksaan ketiga saksi tersebut untuk mencari dan menemukan, mengumpulkan alat bukti serta mencari tahu siapa pelaku tindak pidana korupsinya.

“Tiga pejabat Dinas Kominfo Maluku masing-masing berinisial M.H.S, H.S, dan L.S, menjalani pe­me­­riksaan sebagai saksi untuk mencari tahu siapa pelaku tipikor dua proyek di Dinas Kominfo Maluku tahun 2015,” ucap Samy, di ruang Pers Kejati Maluku.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama enam jam, sejak pukul 09.00 – 15.00 Wit, ketiga saksi itu dicecar 20 pertanyaan mengangkut tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam pekerjaan serta proses pencairan anggaran untuk dua proyek tersebut. Untuk saksi L.S selaku PPTK, kata Samy, dicecar soal proyek pembuatan master plan.

“Sekretaris ditanya soal administrasi atau mekanisme pekerjaan proyek, Kasubag Keuangan ditanya soal proses pencairan anggarannya, dan PPTK ditanya soal pantauan pekerjaan proyek dilapangan,” jelas Samy.

Terpisah, informasi terpercaya koran ini dikantor Kejati Maluku menyebutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap Sekretaris Dinas Kominfo Maluku M.H.S, terungkap bahwa proses pencairan anggaran dua proyek oleh Kasubag Keuangan tidak diketahui oleh saksi M.H.S selaku Sekretaris. “Seharusnya proses pencairan anggaran dua proyek tersebut diketahui serta ditandatangani oleh saksi M.H.S selaku Sekretaris. Namun, kepada Jaksa penyidik, saksi M.H.S mengaku bahwa dirinya tidak menandatangani pencairan anggaran dua proyek itu. Anggaran dua proyek itu dicairkan oleh Kasubag Keuangan dan diserahkan langsung kepada PPTK,” beber sumber itu.

Untuk diketahui, dalam proyek penguatan jaringan Wi Fi tahun 2015, pihak penyedia layanan jaringan WiFi yakni, PT Telkom, merasa dirugikan lantaran tiga bulan terakhir di tahun 2015 senilai Rp 168 juta belum terbayarkan melalui pihak ketiga, yakni PT. Indo Timur Tekhnologi selaku rekanan.

Sedangkan proyek pembuatan master plan telah selesai dikerjakan 100 persen di tahun 2015. Namun pihak ketiga yang mengerjakan belum menerima pembayarannya sebesar Rp 800 juta lebih. (RIO)

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top