2 Pemuda Depok Yang Menewaskan Warga Talake Diserahkan Ke Jaksa – Rakyat Maluku
HUK-RIM

2 Pemuda Depok Yang Menewaskan Warga Talake Diserahkan Ke Jaksa

KASUS penganiayaan terhadap Samuel Wakim (26), pemuda asal Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, di Desa Poka (Depok), Kecamatan Teluk Ambon, pada Selasa, 20 September 2016, sehingga yang  bersangkutan meninggal dunia, kasusnya telah tahap II. Di mana Glen Mauritz (20) dan Feliks Haurubun (20), dua tersangka kasus pengeroyokan, resmi diserahkan oleh  penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon.

Kedua pemuda yang bermukim di kawasan Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon itu diserahkan bersama barang bukti setelah berkas perkara mereka dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU.

“Kami sudah serahkan dua tersangka pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas di Poka. Kami serahkan pada Jumat, sore, pekan, kemarin,” kata Paur Subbag Humas Polres Ambon, Iptu Nikolas Frederik Anakotta kepada Kabar Timur, Sabtu, 19 November.

Menurutnya, setelah menyerahkan kedua tersangka tersebut dengan demikian penanganan kasus itu kini telah dinyatakan selesai. Selanjutnya kedua tersangka akan menjalani tahapan selanjutnya bersama JPU hingga perkaranya dilimpahkan ke “meja hijau.”

“Selanjutnya mereka akan menjalani proses selanjutnya bersama JPU hingga sidang putusan yang nanti di keluarkan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon,” tutupnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Samuel Wakim (26), pemuda asal Taleke, Kecamatan Nusaniwe, yang dianiaya Glen Mauritz (20) dan Feliks Haurubun (20), di depan kos-kosan Arwan, Lorong Pohon Mangga Desa Poka alias Depok, Kecamatan Teluk Ambon, ternyata telah tewas. Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu, 21 September.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Nikolas Frederick Anakotta, melalui KBO Satreskrim Ipda Semy. J. Leimena mengatakan, kalau korban itu sudah meninggal sebelum dilarikan ke RS Bhayangkara.”Jadi yang diberitakan sebelumnya itu, korban tidak kritis, tapi sudah meninggal. Dia diduga tewas dalam perjalanan ke RS. Di dalam kamar Agus Okra itu, Samuel Wakim terlihat kejang-kejang,” tuturnya kepada wartawan, Kamis, 22 September.

Kejadian penganiayaan yang dilakukan dua mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) terhadap Samuel Wakim, berawal ketika korban mengeluarkan kalimat kalau dia hendak memukul Glen Mauritz. Waktu itu, korban mengatakan kalimat tersebut, itu di dengar pelaku lainnya, Feliks Haurubun.

Feliks Haurunbun kemudian mengatakan kepada Glen Mauritz, sehigga kedua pelaku menganiaya korban.”Awalnya korban bersama Paul Miru yang sudah mabuk, datang ke kamar Helen Noryata, tetapi Helen masih tertidur. Paul Miru dan korban kemudian kembali mengkonusmis miras di kamar Feliks Haurbun. Feliks Haurubun ini mendengar perkataan korban akan memukul Glen Mauritz bersama adik Glen, Jery. Nah, Feliks lapor ke Glen sehingga Glen memukul korban. Bukan saja Glen, Feliks juga memukulinya,” terang dia.

Melihat korban terjatuh,  Jofi Putra Romkeni (20), sambung Paur Subbag Humas,  mengangkat Samuel Wakim dan mengantarnya ke kamar Jofi Putra Romkeni dan membaringkannya untuk tidur. Pukul 11.00 WIT, Jofi mengecek korban, tapi dia sudah tidak ada didalam kamar tersebut. Setelah dicek, Samuel Wakim ternyata pergi dan tidur di kamar Agus Okra. Dan pukul 12.00 WIT, teman korban, Alen Kakihari, mendatangi kamar Agus Okra. Ia melihat korban sduah kejang-kejang.”Saat korban korban kejang-jekang, mereka langsung membawa korban ke RS Bhayangkara, tapi ketika dilakukan pemeriksaan, korban ternyata telah meninggal dunia,” ujarnya.

Untuk kasus ini, empat orang telah dimintai keterangan. Para pelaku juga sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiyaan bersama terhadap orang.”Kemarin pasca dilaporkan kasus ini, kedua pelaku, Glen Mauritz dan Felik Haurubun, langsung ditangkap. Mereka berdua telah ditetapkan sebagai tersangka,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!