Oknum Polisi Diduga Perkosa ABG Di SBB – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Oknum Polisi Diduga Perkosa ABG Di SBB

ILUSTRASI

YM, salah satu anggota Polri yang bertugas di Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), telah mencoreng nama baik institusinya. Pasalnya, pria berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) diduga memperkosa anak baru gede
(ABG) ST (16) di Seram Bagian Barat.YS sendiri merupakan Bhabinkamtibmas di salah satu desa di Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB.

Atas tindakan bejadnya, YM pun dilaporkan orangtua korban ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku. Kepada wartawan di Polda Maluku, korban ketika didampingi orangtuanya saat melaporkan oknum polisi ini mengatakan  ia disetubuhi pelaku sebanyak empat kali yaitu Rabu, 28 September, Rabu, 5 Oktober, Minggu, 30 Oktober dan  Senin, 31 Oktober.

Aksi yang dilakukan pelaku, terjadi di belakang rumah korban, dan semuanya pada malam hari, yaitu  pukul 20.00-21.00 WIT. “Empat kali dia lakukan itu (setubuh, red). Dia (YM) datang selalu sudah bau minuman (sopi,red) dan selalu mengancam saya. Jika tidak mengikuti kemauannya saya akan dipukul. Dia juga mengancam saya agar tidak boleh menceritakan masalah ini ke orang lain. Jika tidak, saya akan dibunuh,” ujar korban kemarin.

Sementara  ibu korban, JT tidak terima baik atas kejadian yang menimpa anaknya. Karena itu, ia berharap agar laporan ke Propam Polda serta SPKT Polda dapat diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Ia menunjukan tanda bukti laporannya ke Propam Polda sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan : STPL/127/XI/2016/Yanduan tertanggal 8 November 2016 yang diterima oleh Bripka Hasan Asaule. Sementara laporannya ke SPKT sesuai Tanda Bukti Lapor (TBL) Nomor : TBL/328/XI/2016/SPKT tanggal 8 November 2016 yang diterima oleh Brigpol Andre Manuhua.

Untuk keperluan proses hukum, korban juga sudah menjalani Visum et Repertum (VeR) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Selasa, 8 November.

Terkait kasus ini, Pgs Kabid Humas Polda Maluku AKBP Richard Tatuh yang dikonfirmasi koran ini mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya ia belum mengetahui kasusnya.

“Maaf saya belum bisa berkomentar karena saya belum mengetahui kasusnya. Nanti esok (hari ini-red) saya cek informasinya ke Propam dan Reskrimum baru saya berikan keterangan,” ujarnya kepada wartawan melalui telepon selulernya kemarin. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top