Mendikbud Sertifikasi Sopi Sebagai Warisan Takbenda – Rakyat Maluku
DAERAH

Mendikbud Sertifikasi Sopi Sebagai Warisan Takbenda

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akhirnya mensertifikasi sopi, minuman beralkohol tradisonal Maluku sebagai warisan takbenda di Maluku.  Sertifikat sopi sebagai warisan takbenda ini sudah beredar luas di media sosial terutama facebook dan mendapat tanggapan positif dari pengguna sosial media itu.

Karel Yerusa, salah satu pemuda Maluku asal Maluku Barat Daya yang saat ini berada di Papua mengapresiasi positif sertifikasi ini. ‘’Kalau ritual kematian di Tanah Toraja bisa menjadi bahagian dari warisan budaya dunia dan menjadi icon pariwisata dunia, dan kalau noken di Papua dinobatkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, maka sudah sepantasnya Sopi harus dinobatkan sama. Ini harus diminum pada tempatnya yang tepat sehingga tidak dipermalukan akibat oknum-oknum yang minum salah tempat dan biking kaco,’’ kata dia.

Yerusa juga meminta agar sertifikasi sopi sebagai warisan takbenda ini disosialisasi luas kepada masyarakat agar diketahui.  ‘’Ini PR buat anak negri. Harus  sosialisasi sertifikat ini, sekalipun di medsos mungkin banyak orang su tau, tapi orang kampung sana seng tau pake medsos. Selain itu mari sama-sama mengatur rencana agar kelola warisan budaya ini supaya katong sebagai anak negri seng malu. Selain itu harus dorong peraturan konsumsi barang ini dari kampung (Perdes) hingga kabupaten (Perda),’’ tilisnya.

Menurut Karel Yerusa, sertifikat itu dan beberapa data yang akan memperkaya sebuah  naskah
akademis akan menjadi kekuatan “alasan” mengapa perdes dan perda harus melindungi “Sopi” yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia ini. ‘’Itulah point-point penting yang wajib didiskusikan bersama dengan wakil rakyat kita baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,’’ pungkasnya.

Ia mengimbau agar journalis yang nota bene anak daerah punya kekuatan luar biasa “kampanye” sertifikat ini melalui media-media  strategis. Selain itu, jika ada adik-adik mahasiswa yang tertarik untuk penelitian untuk skripsi atau tesis, ataupun disertasi, mungkin harus bisa melirik ke isu ini sehingga publik tahu status Sopi ini di level nasional, daerah hingga kampung-kampung.

Untuk diketahui warisan budaya takbenda meliputi praktik dan ekspresi hidup yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Tradisi-trandisi  yang hidup terus-menerus diciptakan oleh masyarakat dalam menanggapi lingkungan mereka, interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka. Dimensi budaya ini merupakan hal tepat tentang apa yang membuat budaya menjadi kekuatan untuk dialog, pertukaran dan pengertian antara masyarakat.
Menjaga tradisi yang masih hidup akan membantu untuk memanfaatkan kekuatan dari keragaman budaya masyarakat yang lebih kohesif dan dunia yang lebih damai.

Program warisan takbenda ini bagian dari program yang di gagas oleh UNESCO. Dengan kata lain, Sopi akan bisa ditetapkan UNESCO sebagai suatu warisan budaya orang Maluku. Sebelumnya,  Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku Stevanus Tiweri mengatakan, pihaknya mengusulkan sipi sebagai warisan takbenda untuk disertifikasi.

Mengapa sopi di usukan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia kata Tiweri, karena kalau bicara soal ritual adat orang Maluku, sopi  tidak bisa dilepas pisahkan dari orang Maluku karena sopi itu  merupakan salah satu pelengkap ritual adat ,masyarakat adat di Maluku.”jadi kita ingin mengembalikan  nilai nilai adat dari sopi itu sendiri.
Sehingga tahun 2016 ini Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku mengusulkan Sopi menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Di jelaskannya pula bahwa  sebenarnya sopi tidak bisa diperdagangkan dan di komsumsi sembarangan tetapi Sopi bisa di komsumsi di saat acara-acara adat atau acara keluarga saja,seperti dalam  hubungan kekeluargaan,ketika kita bertamu atau hanya lewat, kemudian di panggil untuk mampir pasti di suguhkan sopi di lengkapi dengan siri,pinang dan tembakau.

Karena kata Tiweri di setiap rumah di kampung pasti ada sopi akan tetapi  tidak di komsumsi tiap hari, namun disediakan dikala ada keluarga  yang datang atau mampir sehingga satu botol sopi itu bisa di komsumsi sampai satu tahun baru habis. (NAM)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top