34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak di Indonesia, PLTU Waai salah satunya – Rakyat Maluku
DAERAH

34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak di Indonesia, PLTU Waai salah satunya

ILUSTRASI

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui ada 34 proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 633,8 megawatt (MW) mangkrak pembangunannya. Bahkan, dari 34 proyek tersebut ada sebanyak 13 proyek yang diterminasi atau dihentikan pengerjaannya.

34 pembangkit berkapasitas 2.500 mega watt (MW) yang mangrak merupakan sisa dari Fast Tracking Project (FTP) I, yang dilaksanakan pada 2005-2010. Ini akibat banting-bantingan harga saat lelang proyek pembangkit FTP dulu.
Kontraktor memenangkan lelang karena menawar harga paling murah, dan ternyata abal-abal. Pembangunan pembangkit tak pernah diselesaikan, kalau pun selesai kualitasnya buruk sekali.

Dalam rapat antara jajaran direksi PLN dengan Komisi VII DPR hari ini, 34 pembangkit mangkrak tersebut kembali dibahas karena DPR mempertanyakan kelanjutannya. Salah satu, PLTU yang hingga kini mangkrak adalah PLTU Waai, yang teletak di desa Waai, kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku tengah. Proyek yang terletak di pulau ambon ini,   sudah enam tahun sampai saat ini  terbengkalai.

Terlihat, bangunan serta besi-besi yang berdiri kokoh sudah mulai berkarat. Bahkan,  sejumjlah asesoris PLTU berhamburan di lokasi proyek. belum lagi kondisi memprihatinkan di sekitar tower serta dermaga sudah tak layak lagi digunakan karena nyaris roboh.

Sementara sebagian bangunan dan sekeliling proyek tersebut bagaikan padang rumput karena sudah tertutupi oleh pepohonan dan berbagai tumbuhan lainnya. proyek, dengan nilai hampir delapan ratus miliar rupiah ini terbengkalai sejak Maret 2010 silam Sesuai  rencana, proyek pembangunan dua pembangkit masing-masing berkapasitas 15 megawatt di atas lahan seluas lebih kurang 22,8 hektar, semestinya harus selesai pada 2012 lalu.

PLTU Waai berkekuatan 2,15 megawatt merupakan bagian program percepatan li­trik 10.000 MW, berdasarkan kontrak nomor: 144.PI/041/dir/2010 yang ditandatangani 27 april 2010, namun sejak tahun 2012  pembangunan proyek tersebut terhenti.

Akan  tetapi, hingga tenggang waktu tersebut pekerjaan belum juga rampung.  Bahkan, penyelesaiannya pun terkatung-katung hingga berhenti total pada maret 2014. Proyek  PLTU ini sendiri, ditangani perusahaan swasta nasional PT Saktimas Mulia dengan progres pekerjaan baru mencapai 76 persen.  Dari anggaran proyek senilai lebih kurang Rp.800 miliar setidaknya 71 persen dana sudah dicairkan dan diberikan kepada kontraktor.

Terhentinya  proyek tersebut,  karena kondisi finansial PT Saktimas  Mulia tidak mencukupi,  itu disebabkan terjadinya kenaikan harga barang secara terus menerus dalam beberapa tahun belakangan, PT Saktimas Mulia pun tidak sanggup lagi melanjutkan proyek.

Sebelumnya,  Februari 2016 lalu Mentri BUMN   Rini Sumarno  turun ke lokasi dan  langsung meninjau lokasi proyek yang memakan anggaran  ratusan miliar ini. Peninjauan  mentri BUMN ini,  untuk memantau langsung lokasi proyek yang  hingga kini terbengkalai dan macet sejak  dibangun pada tahun dua ribu sepuluh.

Melihat, kondisi  proyek yang terbengkalai selama enam  tahun ini, Mentri BUMN mengungkapkan rasa kesedihannya , terhadap proyek yang akan di gunakan untuk kepentingan masyarakat pulau Ambon. Rini M. Soemarno berjanji mengusut terbengkalainya proyek PLTU di Desa Waai, yang berkapasitas 2 x 15 MW ini. (NAM)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top