TKSK Dan Disdukcapil Sosialisasi Peduli Dokumen Administrasi Kependudukan – Rakyat Maluku
DAERAH

TKSK Dan Disdukcapil Sosialisasi Peduli Dokumen Administrasi Kependudukan

Sosialisasi peduli penyelesaian dokumen administrasi kependudukan Dan Penyerahan dokumen administrasi kependudukan secara simbolis oleh penjabat Kades Simi kpd masyarakat

TENAGA Kesejahteraan Sosial Kabupaten (TKSK) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar sosialisasi peduli dokumen Administrasi  kependudukan kepada masyarakat Desa Simi, Jumat, 4 November 2016, yang di pusatkan di ruang pertemuan Kantor Desa Simi, Kecamatan Waesama.

Sosialisasi yang dibuka oleh TKSK Bursel Said Ahmad Ode mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Disdukcapil untuk menjemput bola terhadap masyarakat Kabupaten Bursel, yang belum paham akan pentingnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan, khususnya yang berada di Desa Simi.

00-foto-utama-2

“Dokumen administrasi kependudukan saat ini menjadi hal penting yang harus di miliki oleh setiap masyarakat, tak terkecuali masyarakat Desa Simi. Sebab, saat ini hampir semua bantuan pemerintah yang dikucurkan itu diberikan lewat data by name, by address dan by NIK,” kata Said.

Jadi, bila masyarakat tidak peduli dengan dokumen kepedulian, maka jangan berharap bila ada masyarakat lain mendapat bantuan pemerintah, dan saudara yang belum memiliki dokumen kependudukan, maka tidak akan mendapatkan bantuan. Sehingga seringkali di salah kaprahkan bahwa ada permainan dalam pemberian bantuan,” ujar Ode yang juga stakeholder yang peduli terhadap penyelesaian dokumen.

Menurutnya, dokumen kependudukan diperlukan setiap kelahiran anak, dimana, ketika kelahiran anak, maka akan ada pembuatan Akta Kelahiran dan juga perubahan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, bila ada keluarga yang meninggal dunia juga harus segera dibuatkan Akta Kematiannya dan juga pembaharuan KK.

“Bila ada keluarga yang meninggal dunia dan tak di buatkan Akta Kematian, maka kita tak akan mengetahui berapa janda. Sedangkan, bila tak dibuatkan maka, saat pendataan kemiskinan dan pemetaan sosial kita tak dapat mengetahui jumlah janda yang ada. Padahal ada bantuan yang diberikan,”ujar Ahmad.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat pro aktif untuk mengurus dokumen adminitrasi kependudukan, apalagi pengurusan dokumen administrasi kependudukan saat ini tidak dipungut biaya alias gratis.

“Jadi, bila ada orang yang bapak ibu titip untuk pembuatan dokumen kependudukan dan bapak ibu menyerahkan uang titipan itu bukan berarti bapak ibu membayar untuk pengurusan dokumen administrasi kependudukan. Itu kan bapak dan ibu minta tolong terhadap orang,” tutur Ode.

Sosialisasi tersebut, dihadiri oleh Penjabat Kades Simi Yusuf Buwael, tokoh adat, tokoh agama, staf Disdukcapil dan ratusan masyarakat Desa Simi. Seusai sosialisasi, Disdukcapil Bursel melakukan pembagian ratusan Akta Kelahiran, KK dan Akta Kematian, serta surat pindah untuk masyarakat Desa Simi. Sosialisasi itu, mendapat respon positif masyarakat setempat, pasalnya sesudah sosialisasi itu, masyarakat berbondong-bondong mendatangi rumah penjabat Kades untuk membawa serta persyaratan untuk pengurusan dokumen administrasi kependudukan, kepada staf Capil yang kala itu turut hadir untuk membagikan dokumen administrasi yang telah selesai dikerjakan.

A. Nurlatu salah satu masyarakat adat setempat, mengaku sangat meresponi sosialisasi ini, sehingga mereka Komunitas Adat Terpencil (KAT) juga dapat mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Disdukcapil yang telah mendatangi kami langsung untuk menyerahkan dokumen administrasi kependudukan yang telah selesai, sehingga kami tidak perlu bersusah payah untuk mendatangi Disdukcapil yang berada di Kota Kabupaten. Apalagi jarak yang harus ditempuh sangat jauh,” ujar Nurlatu. (YUL)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top