Fuad Azuz: Sinergitas Antar TPQ Perlu Diperkuat – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Fuad Azuz: Sinergitas Antar TPQ Perlu Diperkuat

Fuad Azuz
  • Januari, Ambon Menghafal Al-Quran Akan Digelar

JIKA tak ada aral melintang, Januari 2017 mendatang akan digelar Ambon Menghafal Al-Quran I untuk kategori Juz 30 atau Juz Amma. Selain memiliki kemiripan dengan wisuda akbar Mei 2016 lalu, Ambon Menghafal Al-Quran I ini nantinya lebih berorientasi pada wisuda hafalan dengan dua kategori yakni hafalan Juz Amma dimulai dari Surat An-Naba hingga surat Annas, dan sebagian Juz Amma dimulai dari surat Adh Dhuha hingga Surat Annas. Karena itu, kedepan sinergitas antar Taman Pengajian Quran (TPQ) di Kota Ambon dan sekitarnya perlu diperkuat.

Demikian dikatakan Pengurus Pengembangan TPQ Kota Ambon yang juga pemrakarsa Ambon Menghafal dan Panitia Pembangunan Pesantren Daarul Qur’an Ambon Ustad Fuad Azus kepada Rakyat Maluku, kemarin.
Menurut  Fuad Azuz,  kalau me­mung­kinkan, Ambon menghafal ini akan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Daarul Quran Cabang Ambon. “Pesan­tren ini adalah pesantren binaan Ustadz Yusuf Mansur,” ujarnya.

Dia berharap, doa dan dukungan Pemda dan masyarakat Maluku untuk men­yuk­seskan tiga program ini yakni pengembangan TPQ,  Ambon menghafal dan Pembangunan Pesantren Daarul Qur’an. “Untuk memperkuat program dimaksud, beberapa hari sebelumnya kami telah melakukan pertemuan antara Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon Rusdi Latuconsina dengan para guru mengaji TPQ se-Kota Ambon di Kantor Kemenag Kota Ambon,” ujar Fuad Azuz yang juga dikenal sebagai kolumnis di beberapa surat kabar lokal itu.

Dalam pertemuan itu, kata Fuad Azuz, pihaknya juga melaporkan terkait wisuda akbar ke-7 yang dilakukan melalui Program Pem­bibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) yang berlangsung 29 Mei 2016 lalu, Ambon Menghafal Januari 2017, serta rencana mendatangkan Al-Quran dalam jumlah besar untuk dibagikan ke TPQ se Pulau Ambon.
Pada kesempatan tersebut, menurut Fuad Azus, Kakan Kemenag Kota Ambon Rusdi Latuconsina mengaku pihaknya memiliki visi dan misi yang sama dengan TPQ yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya di bidang pendidikan Al-Quran bagi anak-anak kita baik lahir maupun batin.

“Kemenag dalam kerangka ini mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melakukan membinaan dan pengembangan TPQ.  TPQ  dalam undang-undang dan peraturan pemerintah telah terakomodir. Oleh sebab itu, pembinaan TPQ menjadi tupoksi kami di jajaran Kementerian Agama,” ujarnya.

Dikatakan Rusdi Latuconsina, Kemenag memang punya program  menyangkut TPQ.  Diantaranya tiap RT ada satu TPQ. Atau di beberapa daerah lain, ada Magrib Mangaji.  “Ini juga bisa kita terapkan di sini. Tinggal kita gaungkan saja. Lalu teman-teman TPQ memberi masukan dan dukungan sehingga program ini bisa menjadi program bersama  Kemenag, Pemda, dan TPQ. Bahkan bisa kita usulkan untuk diback-up menjadi peraturan daerah,” kata Rusdi Latuconsina, sebagaimana disampaikan Fuad Azuz.

BERANGKAT UMRAH
Sementara itu, menurut Fuad Azuz, banyak program yang telah dilakukan oleh LP TPQ dalam membentuk jati diri anak didik kita karena itu perlu diperkuat sinergitas antara TPQ di Kota Ambon dan sekitarnya. “Sinergi ini terasa ketika tahun 2012 TPQ di Kota Ambon dan Jazirah Leihitu serta Salahutu menggabungkan diri membentuk wadah sendiri. Saat itu, inspirasi banyak juga datang dari diskusi lepas dengan Kakanwil Kemenag Maluku saat itu  Drs. H. Mahyuddin Latuconsina,” ujarnya.

Dikatakan, program TPQ yang sudah berjalan diantaranya pelatihan guru TPQ dengan mendatangkan beberapa ahli Al-Quran dari Jakarta maupun Bandung. “Salah satunya dalah ahli qiraat Dr. Ahmad Annuri, MA,” ujarnya.
Sejak berdiri 2012, LP TPQ telah mengirim dua orang guru mengaji untuk umrah. “Dan insya Allah Januari 2017 ada kesempatan bagi tiga orang guru mengaji untuk diberangkatkan umrah. Mereka ini terpilih melalui undian umrah bulan Mei lalu ketika ada wisuda akbar. Dana untuk pemberangkatan ditanggung oleh muhsinin,  yakni Ibu Anna Latuconsina dan Sam Latuconsina masing-masing menanggung satu biaya umrah.

Sedang yang satu lagi sementara ini pengurus LP PQ masih mencari dukungan muhsinin untuk memberangkatkan bersama dua lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Asep Tarmono dalam laporannya sebagai Ketua Panitia Wisuda Akbar ke-7 yang bekerja sama dengan PPPA binaan Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, peserta yang terdaftar dan mengikuti wisuda akbar Mei 2016 lalu sebanyak 928 orang. Terdiri atas santri TPQ, ibu majelis taklim, dan umum.  Sementara yang mengikuti tes dan sampai wisuda sebanyak 732  orang.

“Wisuda akbar bulan Mei adalah wisuda yang telah menghafal tiga surah pilihan. Yakni Surah Al Hasyr, Surah Al-Munafiqun dan Surah Al Jum’ah. Peserta termuda saat itu berusia 5 tahun. Sedangkan peserta tertua berusia 60 tahun,” ujar Tarmono.

Menyinggung kegiatan Ambon Menghafal I Januari 2017 mendatang, Tarmono mengaku sangat optimistis didukung oleh semua TPQ. Bahkan mereka meminta untuk tidak hanya di Kota Ambon saja, tapi juga perlu hingga ke Leihitu, Leihitu Barat dan Salahutu.

“Proses selanjutnya insya Allah LP TPQ bersama dengan Kakan Kemenag Kota Ambon bisa melakukan pendekatan ke Pamda Provinsi dan Kemenag Provinsi Maluku dan lainnya untuk kita sama-sama menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu,  salah satu guru mengaji dan Pembina TPQ di Jalan Baru Batumerah, Ambon, Ustadz Muhammad Saleh,  mengaskan, penting sekali untuk Kemenag Kota Ambon sering-sering mengadakan silaturrahim semacam ini dengan TPQ yang ada di kota ini sehingga semua program bisa disinergikan. (PRO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top