2017 Penyuluh Agama Non PNS Diangkat Melalui Seleksi – Rakyat Maluku
AMBONESIA

2017 Penyuluh Agama Non PNS Diangkat Melalui Seleksi

KEPALA Bidang  (Kabid) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kantor Wilayah  Kementerian Agama Provinsi Maluku,  Drs Zein Firdus Kaisupy mengatakan,  pengangkatan tenaga kerja penyuluh non PNS ditahun 2017 tidak lagi asal tunjuk.

Tetapi harus melalui mekanisme seleksi. Hal ini berdasarkan  berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor SJ/B.VI/HK.00.7/B.1798/2016 tentang Pelaksanaan Petunjuk Teknis Pengangkatan Penyuluh Agama Islam Non PNS dilingkup Kementerian Agama.

Menurut Kaisupy, selama ini  pengangkatan tenaga penyuluh agama  Non PNS tergantung  pada anggaran DIPA yang disediakan, baik di kabupaten/kota maupun Kanwil Kemenag Provinsi.  Tetapi, ditahun 2017 nanti  pengangkatan tenaga penyuluh agama non PNS  disesuikan dengan kualitas dan efektivitas  melalui    proses rekrutmen yang dilakukan transfaran.”Kalau dulu itu  tenaga penyuluh bisa ditunjuk saja. Tapi adanya regulasi ini maka  kualitas dan kemampuan menjadi ukuran. Sebab, mereka diangkat melalui sebua proses seleksi.”ujar Kaisupy kepada wartawan, pekan kemarin.

Berdasarkan data di Bapenas   kata Kaisupy, kuota tenaga  penyuluh non PNS   secara nasional kurang lebih 45.000. Tenaga tersebut semuanya tersebar di Kantor Urusan Agama (KUA) yang jumlah sebanyak  5.494 dengan rincian masing-masing delapan orang per KUA, Untuk  Maluku terdapat 88 KUA yang tersebar di Kabupaten/Kota, dengan jumlah tenaga penyuluh Non PNS yang dibutuhkan sebanyak 384 orang.

Bagi Dia, tugas penyuluh agama Islam sekarang ini berhadapan dengan suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat yang mengarah pada masyarakat fungsional, masyarakat teknologis, masyarakat saintifik dan masyarakat terbuka. Dengan demikian, setiap penyuluh agama secara terus menerus perlu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pengembangan diri, dan juga perlu memahami visi penyuluh agama serta menguasai secara optimal terhadap materi penyuluhan agama itu sendiri maupun teknik menyampaikannya.

Sehingga ada korelasi faktual terhadap kebutuhan masyarakat pada setiap gerak dan langkah mereka.”Ini adalah tantangan kedepan bagi tenaga penyuluh agama non PNS. Kualitas dan kemampuan sangat dibutuhkan,”Kunci  Kaisupy.(CIK)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top