Kemenag Maluku Gelar Bimtek PAI Dan Updating Data EMIS – Rakyat Maluku
EDUKASI

Kemenag Maluku Gelar Bimtek PAI Dan Updating Data EMIS

KANWIL Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pakis) menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) kurikulum nasional Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tujuan dari kegiatan ini, guna meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum baru atas tersedianya pendidik yang berkualitas dan profesional. Selain Bimtek kurikulum PAI, juga dirangkainkan dengan kegiatan updating data emis yang dihadiri oleh 60 peserta guru PAI perwakilan kabupaten/kota se Maluku.

Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Farida Laisouw S,Pd. M,Pd mengatakan,tujuannya dari kedua kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum baru, tersedianya pendidik yang berkualitas dan profesional, serta tindak lanjut Surat Edaran Dirjen Kementerian Agama guna melakukan pemutakhiran data secara lengkap, akurat, rapi, benar serta tepat waktu melalui sistem pendataan Education Management Information System (EMIS).

“Bimtek perlu dilakukan lantaran masih banyak guru PAI yang belum mengikuti Bimtek kurikulum secara nasional, sehingga hal ini perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan wawasan dan pola pikir guru dalam proses pembelajaran. “ujar Laisow.

Diakui, sejauh ini proses pembelajaran PAI belum mampu seluruhnya mewujudkan peserta didik yang beriman dan bertakwa. Hal ini diakibatkan ketidak mampuan sebagian tenaga pendidik.Untuk merubah itu, maka dukungan pengembangan PAI, sangat penting dilakukan. Salah satunya melalui Bimtek kurikulum PAI secara nasional.

Menurutnya, dalam konteks ke-Indonesiaan, PAI merupakan salah satu acuan penting pengembangan karakter.Pasalnya, Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim.”Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, sehingga kurikulum merupakan salah satu komponen pokok aktivitas pendidikan, dan merupakan penjabaran idealisme, cita-cita, tuntutan masyarakat, atau kebutuhan tertentu. ‘ujar kata Laisow.

Dari kurikulum inilah kata Laisow, akan diketahui arah pendidikan, alternatif pendidikan, fungsi pendidikan, serta hasil pendidikan yang hendak dicapai dari aktivitas pendidikan.

Dijelaskan, Kurikulum PAI merupakan seperangkat rencana kegiatan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran PAI serta cara yang digunakan dan segenap kegiatan yang dilakukan oleh guru agama untuk membantu seorang atau sekelompok siswa dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam/atau menumbuhkembangkan nilai-nilai Islam. Termasuk juga didalamnya segenap fenomena atau peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang berdampak pada tertanamnya ajaran Islam dan atau tumbuh kembangnya nilai-nilai Islam pada salah satu atau beberapa pihak. Pada yang terakhir ini biasanya terwujud dalam bentuk penciptaan suasana religius di sekolah.

Kata Laisow, kurikulum PAI di sekolah terdiri atas beberapa aspek, yaitu aspek Al-Qur’an Hadits, keimanan atau aqidah, akhlak, fiqih ( hukum Islam), dan aspek Tarikh (sejarah). Pendidikan Islam pada dasarnya hendak mengantarkan peserta didik agar memiliki kemantapan akidah dan kedalaman spiritual, keunggulan akhlak, wawasan pengembangan dan keluasan iptek, dan kematangan profesional.

Secara normatif PAI di sekolah umum sebagai refleksi pemikiran pendidikan Islam, sosialisasi, internalisasi, dan rekontruksi pemahaman ajaran dan nilai-nilai Islam. Secara praktis PAI bertujuan mengembangkan kepribadian muslim yang memiliki kemampuan kognitif, afektif, normatif, dan psikomotorik, yang kemudian dikewajantakan dalam cara berfikir, bersikap, dan bertindak dalam hehidupannya.

Oleh sebab itu diharapkan melalui Bimtek proses pembelajaran PAI dapat menjadikan pesrta didik mampu mengembankan kepribadian sebagai muslim yang baik, menghayati dan mengamalkan ajaran serta nilai islam dalam kehidupannya dan kemudian PAI tidak hanya dipahami secara teoritis, namun dapat diamalkan secara praktis. Dimana PAI di sekolah pada dasarnya lebih diorientasikan pada tataran moral action, yakni agar peserta didik tidak hanya berhenti pada tataran kompetensi tetapi sampai memiliki kemauan, dan kebiasaan, dalam mewujudkan ajaran dan nilai-nilai agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara upadating data Emis kata Laisouw, data Emis merupakan sistem informasi yang wajib ada dan harus selalu update bagi seluruh lembaga pendidikan, untuk itu diharapkan kepada seluruh operator sekolah untuk menyajikan data yang akurat, baik data siswa maupun data pendidik agar lebih mudah di akses. “Kegiatan juga bertujuan untuk memperbaiki kekurangan dan membenahi data data yang ada di sekolah, sehingga di peroleh data valid, selain juga dengan adanya kegiatan ini diharapkan operator Emis tidak kebingungan mengentry data,” tutup Laisow. (CIK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top