Sekjen FFP Maluku Curhat Ke Pers – Rakyat Maluku
ALL SPORT

Sekjen FFP Maluku Curhat Ke Pers

Setelah dikritik habis-habisan selama sepekan terakhir, Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Provinsi Maluku
Junus Eduward ’Edy’ Kailuhu akhirnya mencurahkan isi hatinya ke pers agar mendapat simpati di
balik kinerjanya yang dinilai amburadul selama ini. ’’Saya bukan malaikat yang tak punya kekurangan dan kelemahan, tetapi saya tidak meminta-minta uang untuk memajukan futsal di daerah ini. Semua murni
hasil keringat saya,’’ curhat Kailuhu kepada Rakyat Maluku di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (15/2).

Kailuhu menepis tudingan pemerhati futsal Maluku Domi Latupeirissa bahwa FFP Maluku ’bermanajemen tukang sate’ dan pengurus FFP Maluku hanya mencari sesuap nasi di balik pelaksanaan turnamen-turnamen dan mengharapkan bantuan KONI Maluku dan pihak terkait lainnya untuk mengikuti Kongres Nasional Federasi Futsal  Indonesia (FFI) di Jakarta agar ada pergantian biaya perjalanan pergi pulang ke Ambon. ’’Saya mau tegaskan untuk saudara Domi Latupeirissa, saya siap dikritik, tapi jangan sampai memfitnah saya. Saya akan adukan kasus pencemaran nama baik saya ke polisi. Ingat FFP tak pernah minta anggaran ke KONI Maluku, karena FFP Maluku bukan anggota KONI Maluku.  Saya jadi instruktur wasit juga karena biaya saya sendiri, tak ada yang tanggung,’’ geramnya.
Disinggung setiap turnamen futsal di Ambon telah diketahui juaranya karena sudah diatur perangkat pertandingan dan wasit-wasit binaannya, Kailuhu langsung menampiknya. ’’Coba mana buktinya yang bilang kalau turnamen futsal itu telah diketahui juaranya sejak awal. Kalau wasit, itu wasit siapa, karena saya dan pak Dan (Tomasoa) yang atur. Jangan asal menuduh tanpa bukti. Yang pasti para wasit bekerja profesional karena memang mereka ikut kursus wasit dan punya lisensi. Saya juga tak minta uang dari setiap kali pelaksanaan turnamen di Ambon kok,’’ kelitnya.
Kailuhu tak memungkiri jika saat ini FFP Maluku hanya dikendalikan dirinya karena ketua umum Max Pentury disebut-sebut tengah mempersiapkan diri untuk maju bertarung pada pemilihan bupati Seram Bagian Barat pada awal 2017 mendatang. ’’Selama ini saya hanya kerja sendiri, ketua masih fokus di politik. Tapi, saya tetap mengikuti kegiatan-kegiatan FFI di Jakarta agar Maluku tidak kekurangan informasi maupun materi tentang kompetisi futsal yang profesional maupun amatir. Silahkan tanyakan ke KONI Maluku, apakah saya pernah meminta uang pada mereka,’’ ucapnya.
Pengamat futsal Maluku Abdul Fattah Nur menghendaki Kailuhu mengundurkan diri dari jabatannya jika kursus pelatih dan wasit lisensi nasional tak jadi dilaksanakan pada Mei mendatang. ’’Saya lihat FFP Maluku kurang produktif dan manajemennya memang seperti tukang sate. Sekjen FFP Maluku jangan hanya beretorika,’’ ringkasnya. (UPU/YAS/ROS)

 

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top