Polisi Terus Lidik Bentrok Arbes – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Polisi Terus Lidik Bentrok Arbes

Pasca bentrok antar warga yang mendiami kawasan  RT 006/RW 017, Air Besar, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, di mana mengakibatkan satu rumah di bakar, empat unit motor rusak serta tiga warga mengalami luka-luka. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.”Sudah ada saksi yang kami periksa. Mereka ini yang sudah melaporkan bentrok itu,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Meity Jacobus kepada Rakyat Maluku, Senin, 15 Februari.
Setelah ini, sambung dia, polisi akan mencari barang bukti sekaligus memeriksa saksi-saksi. Saksi ini yang berada di tempat kejadian malam itu.”Nanti kita akan cari barang bukti kemudian memeriksa saksi saksi,” jelasnya.
Menurutnya, bentrok yang mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa berupa luka-luka ini, dipicu akibat minuman keras. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap peredaran miras.”Dugaan awal itu karena miras. Untuk miras  sendiri, kami intes merazia,” tutur Jacobus.
Untuk diketahui, bentrok antar warga kembali terjadi di Kota Ambon. Kali ini, dua kelompok warga yang mendiami kawasan  RT 006/RW 017, Air Besar (Arbes), Desa Batumerah, Sabtu 13 Februari  2016, sekira pukul 21.30 WIT.
Kejadian ini menyebabkan, satu rumah milik Jamila (52) dibakar, dua buah rumah dirusak, yaitu rumah milik Maryana (47) dan rumah milik milik Agil Borut (27), serta rumah milik Macaman R.
Bukan hanya itu empat unit kendaraan roda dua juga ikut rusak, dua diantaranya dibakar. Selain itu, tiga warga juga mengalami luka-luka, yakni Ikhbal (30), Ridwan (65),  Asman­ (21). Untuk Ikhbal dan Asman sementara di rawat di RS Bhayangkara karena mengalami luka potong Informasi yang dihimpun Rakyat Maluku, di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan,  bentrok dua kelompok berbeda ini, bermula sekira  pukul 20.00 WIT,   yang mana Ikbhal menegur sekelompok pemuda yang sementara memutar musik di jembatan Arbes, karena anaknya sedang tidur. Tidak terima dilarang, pemuda yang berjumlah 15 orang itu, mengeroyok Ikhbal.
Melihat Ikhbal dianiaya, Anto (31), tidak terima, kemudian pulang kerumahnya untuk mengambil parang dan langsung menuju tempat penggeroyokan tersebut, tapi  para pelaku sudah tidak ada lagi di  TKP.
Tak puas, Anto mencari para pelaku penggeroyokan di pangkalan ojek pertigaan Arbes. Karena tidak  menemukan para pelaku, Anto merusak dua unit sepeda motor  yang terparkir di pangkalan ojek.
Pemuda  yang ada di pangkalan ojek merasa tidak bersalah sehingga mereka membalas dengan merusak beberapa rumah serta motor milik warga lainnya di Arbes. Bentrokan tak dapat dihindarkan, dua kelompok warga saling serang menggunakan batu, dan sejumlah alat tajam. Aparat keamanan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung mengamankan TKP. Sejumlah personil Polda Maluku juga langsung dikerahkan ke TKP untuk menyekat dua kelompok warga yang bertikai, sehingga bentrokan tidak meluas.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau p Lease, AKBP Komaru Zaman, mengatakan pemicu bentrokan karena aksi penganiyayaan salah satu warga oleh kelompok warga lainnya sehingga bentrokan  meluas.
“Bentrok terjadi karena sekelompok pemuda menganiaya Ikhbal. Melihat ikhbal dipukul oleh seorang dari kelompok pemuda tersebut, Anto tidak terima dan langsung pulang mengambil parang lalu mengejar kelompok pemuda tersebut di pangkalan ojek pertigaan Arbes. Tidak menemukan orang yang dicari Anto kemudian merusak sepeda motor.  Ini yang memicu  sebagain pemuda lainnya yang berada di pangkalan ojek membalas, sehingga terjadi bentrokan,” jelas Kapolres.
Akibat kejadian, kata Kapolres, mengakibatkan satu rumah rumah terbakar, empat unit sepeda motor dirusak dan dibakar. “Kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Saksi 3 orang sudah kita periksa,” tegas Kapolres.

(AAN)

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top