Polisi Akan Periksa Wakil Rektor III IAIN Ambon – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Polisi Akan Periksa Wakil Rektor III IAIN Ambon

Kasus pencemaran nama baik yang diduga  pelakunya Dr. Ismail Rumadan,
wakil rektor III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, terhadap  Dr. Djumadi Djunaidi, dekan Fakultas Syariah, sampai saat ini belum ada yang diperiksa.

 

Keterlambatan penanganan kasus  yang juga menyeret beberapa pejabat serta dosen ini, karena penyidik masih fokus kepada persoalan lain.”Kasusnya masih kita tangani. Penyidik masih tangani kasus kasus prioritas,” tutur Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Meity Jacobus, melalui KBO Satreskrim Iptu Izaac Salamor, kepada Rakyat Maluku, Senin, 15 Februari.
Menurutnya, bukan berarti kasus ini tidak berjalan, tetap ditangani untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.”Yang pasti (Ismail Ramadan, red) akan diperiksa,” tuturnya.
Pemberitaan sebelumnya, Wakil  Rektor (Warek) III, Bidang Kemahasiswaan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon  Dr. Ismail Rumadan, dipolisikan oleh Dekan Syariah Dr.Djumadi Djunaidi, Rabu, 3 Februari. Rumadan dilaporkan lantaran diduga mencemarkan nama baik Djumadi Djunaidi.
Dari laporan polisi, tindak pidana pencemaran nama baik ini, tidak dilakukan sendiri, tapi melibatkan beberapa dosen yang diduga orang-orang dari Ismail Rumadan,
Sesuai laporan polisi, kronologis pencemaran nama baiknya, berawal pada Minggu,  31 Januari, korban mendapatkan infromasi dari Dr. Mohdar Yanlua, warek I IAIN. Penjelasan yang disampaikan Yanlua kepada korban itu, bahwa ada laporan penyampaianya sikap senat dan dosen IAIN Ambon kepada Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta.
Dari sebelas tuntutan tersebut, terdapat pencemaran nama baik korban, di mana pada poin ke sembilan mengatakan bahwa dekan (Syaria, red) tersebut pernah di pecat dari ketua jurusan karena kasus amoral.
Atas persoalan inilah, dekan Syariah tersebut merasa nama baiknya dicemarkan sehingga dirinya mengambil langkah hukum. Melaporkan Ismail Rumadan dan rekan-rekannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease.
Kasubbag Humas Mapolres Ambon AKP Meity Jacobus, saat konfirmasi membenarkan kalau ada laporan pencemaran nama baik dengan terduga pelakunya adalah Dr. Ismail Rumadan dan kawan-kawan.”Sudah ada laporan soal itu , (pencemaran nama baik, red),”  kata Meity, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Kamis, 4 Februari.
Mantan Kanit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Ambon ini mengatakan, kasus ini akan diproses sesuai hukum. Pihaknya akan segera melayang surat pemanggilan terhadap Ismail Rumadan Cs.”Secepatnya akan dipangil untuk diperiksa. Kalau memang terbukti kita akan proses sesuai aturan berlaku,”katanya. Sesuai Pasal 315 KUHP, para pelaku terancam mendapat hukuman penjara  4 bulan 2 minggu. (AAN)

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top