Mahasiswa Maluku Di Kupang Siap Demonstrasi Di Pulau Romang – Rakyat Maluku
DAERAH

Mahasiswa Maluku Di Kupang Siap Demonstrasi Di Pulau Romang

Ikatan Mahasiswa Asal Maluku (IPMAL) di Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi telah menarik
dukungannya terhadap PT. Gemala Borneo Utama, salah satu perusahaan tambang yang saat ini lagi beroperasi
di Pulau Romang, Maluku Barat Daya. Demikian pernyataan Penasehat IPMAL, Kornelis Septory, pada saat mengikuti Musyawarah Umum Anggota, Sabtu, (13/2).sebagaimana diberitakan RadarMaluku.com. kemarin.

“Kami secara resmi telah menarik deklarasi yang pernah dibuat bersama mereka. Penarikan dukungan ini karena tuntutan masyarakat di Pulau Romang yang menghendaki menolak PT. GBU karena selama ini telah merugikan masyarakat setempat. Dulu kami menyatakan mendukung itu dengan syaratnya proses tambang harus sesuai dengan undang-undang dan keinginan rakyat. Jika itu tidak dilaksanakan, tentu kita tarik kembali deklarasi itu,” kata Kornelis saat itu.
Untuk diketahui, dalam acara MUA tersebut, beberapa mahasiswa asal Romang secara lantang menyatakan pernyataan mereka dalam forum tersebut dan menyatakan agar program kerja tahun depan harus diagendakan demonstrasi besar-besaran di Pulau Romang.
Mereka meminta seluruh kalangan agar mendukung upaya IPMAL. “Saya tegaskan kepada kalian semua ya. Waktu masyarakat Romang demo di Kisar itu ale dong dimana. Ratusan masyarakat boleh susah payah ke Kisar dan menyampaikan penolakan itu kalian diam saja. Saya tegaskan ya. Kita harus buat sikap tegas dan melakukan demo tahun depan di Romang,” tegas salah satu putera asal Romang saat itu.

Sekedar informasi, bahwa khusus dalam MUA tersebut, ketika disinggung tentang perusahaan-perusahaan yang beroperasi selama ini di MBD, beberapa mahasiswa mulai lantang dan keras menyatakan pikiran mereka. Salah satu point yang perlu diselesaikan adalah melakukan komunikasi dengan kepala daerah untuk lebih tegas mengambil sikap agar seluruh perusahaan yang beroperasi di MBD harus jelas kontribusinya bagi rakyat. Melihat kondisi ini, kata Nelis Septory, mestinya pihak DPRD MBD harus mampu menyampaikan sikapnya kepada pemerintah dan masyarakat umum, khususnya seluruh tambang yang ada di MBD.
DPRD, kata Nelis jangan hanya mementingkan diri sendiri, sementara rakyat dalam kondisi terjepit oleh kepentingan kalangan kapitalis. “Tambang ini kan banyak. Di Romang, di Lirang, dan Blok Masela. Semua ini harus jelas keberadaannya. Lihat saja bagaimana mahasiswa di Ambon terus bersuara tentang hal ini, tapi kok DPRD dan Bupati sepertinya diam saja. Ada apa ini”, kata Nelis. (NAM)

Most Popular

--- CONTOH IKLAN
To Top